Bupati Sragen Berharap Pilkades Serentak Kedua Berlangsung Kondusif

Bupati-Sragen

TERAS SRAGEN – Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati berharap pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kedua (Serda) 2023 yang digelar pada 11 Oktober 2023 mendatang berlangsung kondusif.

Komitmen Pilkades damai ini ditandai dengan penandatanganan deklarasi damai oleh para Calon Kepala Desa yang disaksikan oleh Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan jajaran Forkopimda, di Balai Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Kantor Kecamatan Miri, dan Balai Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Selasa (12/9/2023).

Deklarasi Damai Pilkades Serentak Kedua Tahun 2023 ini diikuti 28 calon kepala desa dari 10 Desa dan 8 Kecamatan se-Kabupaten Sragen pada gelaran Pilkades Serentak gelombang kedua tahun ini.

Diantaranya Desa Ngandul (Kecamatan Sumberlawang), Desa Doyong, Desa Girimargo, Desa Sunggingan (Kecamatan Miri), Desa Ngrombo (Kecamatan Plupuh), Desa Jambeyan (Kecamatan Sambirejo), Desa Puro (Kecamatan Karangmalang), Desa Jetak (Kecamatan Sidoharjo), Desa Banyurip (Kecamatan Jenar), dan Desa Kedungupit (Kecamatan Sragen).

Bupati Yuni mengatakan Deklarasi Ikrar Damai ini menjadi komitmen awal bagi para calon Kepala Desa agar menjaga tahapan pelaksanaan pilkades serentak hingga pada hari pencoblosan.

Sebagai Kepala Daerah, Bupati mengingatkan deklarasi damai ini bukanlah sebatas agenda seremonial saja, melainkan juga sebagai bentuk komitmen para calon kepala desa dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pilkades yang baik sesuai dengan aturan yang ada.

“Yang namanya pilihan pasti ada gesekan antar pendukung. Untuk itu, saya ingatkan jangan ada yang arogan dan intimidatif. Jaga kondusifitas dengan menjaga kerukunan antar lawan dan tim pemenangan,” pesan Bupati saat memberikan pengarahan di Kantor Kecamatan Miri, Selasa (12/9/2023).

Bupati menekankan jika tujuan menjadi Kepala Desa yakni untuk membangun Desa, bukan demi kekuasaan.

“Bersaing secara sehat, santun untuk mewujudkan pemilihan yang damai, jujur, bebas, adil dan rahasia. Menjadi seorang pemimpin harus punya hati yang legowo, ikhlas, dan niat yang baik untuk membangun Desa,” terangnya.

Selain itu, Bupati berharap pada Pilkades serentak kedua ini bisa menjadi barometer pelaksanaan pilkades dengan tingkat kedatangannya bisa mencapai 80 persen. Pasalnya, perwujudan kegembiraan masyarakat desa dalam memilih pemimpin untuk periode 6 (enam) tahun ke depan.

“Panitia pemilihan untuk bertindak netral dan profesional, wajar jika ada kondisi seseorang memiliki hak pilih, menginginkan bahwa sosok pilihannya akan terpilih, namun sebagai panitia wajib hukumnya untuk menjaga kondusifitas, netralitas dan bertindak profesional, karena salah satu kunci sukses PILKADES ada di Panitia Pemilihan,” kata Bupati.

Sementara Kapolres Sragen, AKBP Jamal Alam mengimbau bagi calon kades dan pendukungnya untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu yang sengaja diciptakan oleh segelintir oknum tak bertanggung jawab dengan tujuan adu domba.

“Jangan mudah terprovokasi, jangan sampai ada ketegangan antar pendukung baik sebelum pemilihan maupun sesudah pemilihan. Tujuan deklarasi ini adalah mencegah timbulnya permasalahan dikemudian hari,” tegas Kapolres AKBP Jamal Alam.

Ia berpesan prosesi deklarasi damai tidak boleh hanya seremonial belaka. Diharapkan yang maju pilkades bisa membawa desa menjadi lebih maju dan sejahtera.

“Pada saat berproses pesta demokrasi, ada yang menang dan terpilih. Ada yang belum beruntung. Pesan kami kamtibmas, kondusivitas harus menjadi nomor satu yang dijaga,” harap Kapolres. (Diskominfo Sragen/mam)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *